<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402</id><updated>2011-04-21T17:44:44.943-07:00</updated><category term='inspirasi'/><category term='ngakak'/><category term='religi'/><category term='mymusik'/><category term='my opini'/><title type='text'>Berbagi Rasa</title><subtitle type='html'>Kita seyogyanya toleransi dengan kekurangan orang lain, tapi jangan bertoleransi dengan kekurangan diri sendiri</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>14</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-8097471261028536789</id><published>2011-03-14T02:02:00.000-07:00</published><updated>2011-03-14T02:05:27.339-07:00</updated><title type='text'>TANGIS UNTUK ADIKKU</title><content type='html'>Teman temanku semua ......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut ini ada sebuah kisah penuh hikmah tentang ARTI SEBUAH PENGORBANAN, dan keyakinan kepada kita bahwa KEBAIKAN AKAN DIBALAS DENGAN KEBAIKAN...(maaf pelaku aslinya tidak mau disebutkan namanya}&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari , orangtuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun lebih muda dariku. Yang mencintaiku lebih dari aku mencintainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatan membawanya, aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu ditangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Siapa yang mencuri uang ayah?”Beliau bertanya. Aku terpaku terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapapun mengaku. Beliau mengatakan lagi “ Baiklah kalau begitu kalian berdua layak dipukul!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adiku mencengkeram tangannya dan berkata, Ayah, aku yang melakukannya!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai beliau kehabisan nafas. Sesudah itu beliau duduk di ranjang dan memarahi kami.”Kamu sudah belajar mencuri dari rumah, hal memalukan apalagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang ? kamu layak dipukul, kamu pencuri tidak tahu malu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kamu, tubuhnya luka, tetapi ia tidak menitikan airmata setetespun. Dipertengahan malam itu, saya tiba-tiba menangis meraung-raung.. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, ”Kak, jangan menangis lagi sekarang, semuanya sudah terjadi.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih terus membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan baru seperti kemarin. Aku tidak pernah lupa tampang adikku ketika melindungiku. Waktu itu, adiku berusia 8 tahun. Aku berusia 11 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengar dia berkata lirih ” Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik, hasil yang begitu baik”. Ibu mengusap airmatanya yang mengalier dan menghela nafas ” Apa gunanya?bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat itu juga adikku berjalan ke hadapan ayah dan berkata, ”Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, aku telah cukup membaca banyak buku”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ayah marah besar dan berkata : ” mengapa kamu mempunyai jiwa yang begitu lemah!!!Bahkan kalau aku harus mengemis di jalanan akan aku lakukan, kamu berdua harus sekolah sampai selesai.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit makanan. Dia menyelinap di samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku:”Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimmu uang.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu adiku berusia 17 tahun dan aku 20 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan uang yang ayahku pinjam dan uang dari adiku hasilkan dari mengangkut semen pada lokasi konstruksi, akhirnya aku sampai akhir tahun ketiga kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk memberitahukan,” Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya,”Mengapa kamu tidak bilang pada temanku kamu adalah adikku?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dia tersenyum dan menjawab”Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu?Apa mereka tidak akan mentertawakanmu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku merasa terenyuh dan airmata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari badan adiku dan sambil tersekat aku berkata”Aku tidak peduli omongan siapapun!Kamu adalah adikku apapun juga Kamu adalah adikku bagaimanapun penampilanmu...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku dan terus menjelaskan, ”Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kakak harus memilikinya...”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Menariknya ke dalam pelukanku dan menangis....Tahun itu ia berusia 20 aku 23&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama kali aku membawa teman-teman kuliahku ke rumahku, kaca jendela yang pecah telah diganti dan semuanya kelihatan bersih..Setelah teman-temanku pulang..aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku.”Bu, ibu tidak perlu menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan rumah kita...Tetapi katanya sambil tersenyum”Itu adalah pekerjaan adikmu..dia pulang lebih awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkkah kamu melihat luka ditangannya.?ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus , seratus jarum terasa menusuk hatiku.Aku mengoleskan sedikit salep pada lukanya dan membalut lukanya..”Apakah sakit?..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Tidak kok Kak...Aku biasa biasa kena batu-batu kak..”Ditengah kalimatnya aku membalikan punggungku karena air mata mulai menggenang dimataku....Tahun itu adikku 23 tahun dan aku berusia 26 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Aku berkali-kali mengundang orangtuaku datang dan tinggal dirumahku..tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka sudah merasa dibesarkan didusun dan tidak tahu harus berbuat apa kalau seandainya keluar dari dusun. Adikku juga mengatakan ”Kak jagalah mertuamu saja, saya yang akan menjaga ibu dan ayah disini..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suamiku menjadi direktur pabrik..Kami menginginkan adiku kerja di pabrik, akan tetapi adiku tak pernah mau...dia pingin tetap menjaga ayah ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari adiku jatuh dari sebuah tangga untuk memperbaiki kabel, ketika dia terkena sengatan listrik dan dia masuk ke rumah sakit...Aku dan suamiku menjenguknya..dan melihat gips putih dikakinya..Aku berkata ”Mengapa kamu menolak kerja menjadi manajer pabrik di tempat kakakmu...Coba kalau kau terima, tentu kamu tidak akan mengalami seperti ini..”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan tanpang serius dia menjawab”Kak, pikirkan nama baik kakak ipar kak. Ia baru saja menjadi Direktur, sedangkan saya tidak berpendidikan..nanti apa kata orang kalau saya menjadi manajer? Kasihan kakak ipar..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mata suamiku dipenuhi airmata, dan kemudian aku berkata ” Tapi kamu kurang berpendidikan itu juga karena aku, kakakmu...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa kakak membicarakan masa lalu?” adikku menggenggam tanganku. Tahun itu ia berusia 26 tahun dan aku 29 tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adikku kemudian menikahi seorang gadis pada usia 30 tahun. Dalam acara itu pembawa acara perayaan bertanya kepadanya,”Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?” tanpa berpikir panjang adikku menjawab”Kakakku.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Ketika kami sekolah SD. Saya dan kakakku sekolah SD di tempat yang cukup jauh dari tempat tinggal kami..di sebuah dusun yang berbeda..Setiap hari aku dan kakakku berjalan selama kurang lebih dua jam untuk pergi dan pulang ke sekolah..Suatu hari aku kehilangan satu sarung tanganku...Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai sebuah sarung tangan di tangannya..padahal kami berjalan sangat jauh dan cuaca sedang musim sangat dingin...Ketika kami tiba dirumah, tangan kakakku begitu gemetaran..sehingga ketika makan dia tidak bisa memegang sendoknya.......Sejak hari itu aku bersumpah..selama saya masih hidup aku akan menjaga kakakku dan...aku akan selalu baik kepadanya..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian kata-kata begitu susah keluar dari bibirku”Dalam hidupku..orang yang paling berjasa padaku adalah adikku..orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia itu..di depan kerumunan perayaan itu..air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kisah tersebut memberikan pelajaran kepada kita semua. Amin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-8097471261028536789?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/8097471261028536789/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=8097471261028536789&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/8097471261028536789'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/8097471261028536789'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2011/03/tangis-untuk-adikku.html' title='TANGIS UNTUK ADIKKU'/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-5994133288525202909</id><published>2011-03-01T20:19:00.000-08:00</published><updated>2011-03-01T20:44:28.974-08:00</updated><title type='text'>FONEMENA UNAS</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;UJIAN nasional (unas) untuk siswa SMA, MA, dan SMK sebentar lagi dimulai. Kita berharap unas tahun ini benar-benar lebih baik daripada unas-unas sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebab, sebagaimana diketahui, setelah melewati proses yang berliku-liku, akhirnya Kementerian Pendidikan Nasional (Kemendiknas) memutuskan tetap melaksanakan unas sembari bertekad melakukan sejumlah perbaikan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bukan itu saja. Pakta kejujuran unas juga diteken. Dengan pakta tersebut, semua yang terlibat dalam pelaksanaan unas diharapkan bisa menjunjung tinggi kejujuran tidak seperti tahun tahun sebelumnya Sekolah-sekolah yang mempersiapkan anak didiknya dengan ketat sekaligus menghim-bau mereka untuk saling bekerja sama dan saling membantu dalam UNAS. Guru-guru mempersiapkan murid-murid ungulan untuk membantu teman-teman mereka kala UNAS. Joki-joki yang haus akan uang bergerilya dengan iming-iming kunci jawaban! .Isu tidak sedap seperti adanya ''tim siluman'' di beberapasekolah, yang akan membantu siswa mengerjakan soal serta diharapkan tidak terjadi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Sungguh, kejujuran benar-benar kita harapkan terjadi pada pelaksanaan unas. Kita memahami, seiring dengan pelaksanaan unas tersebut, ada sejumlah kepentingan yang menyertai. Baik kepentingan para guru, kepala sekolah, kepala dinas pendidikan, kepala wilayah, hingga pejabat politik seperti bupati, wali kota, maupun gubernur. Hanya, sangat naif kalau hanya demi kepentingan itu kejujuran dipertaruhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Unas memang merupakan gawe besar yang harus didukung semua pihakHanya, dukungan itu harus diberikan secara benar dan tepat.&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-5994133288525202909?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/5994133288525202909/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=5994133288525202909&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/5994133288525202909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/5994133288525202909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2011/03/fonemena-unas.html' title='FONEMENA UNAS'/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-8914915856521342356</id><published>2011-03-01T20:13:00.000-08:00</published><updated>2011-03-01T20:18:42.227-08:00</updated><title type='text'>Arti Seorang Pahlawan</title><content type='html'>&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:worddocument&gt;   &lt;w:view&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:punctuationkerning/&gt;   &lt;w:validateagainstschemas/&gt;   &lt;w:saveifxmlinvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:ignoremixedcontent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:alwaysshowplaceholdertext&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:compatibility&gt;    &lt;w:breakwrappedtables/&gt;    &lt;w:snaptogridincell/&gt;    &lt;w:wraptextwithpunct/&gt;    &lt;w:useasianbreakrules/&gt;    &lt;w:dontgrowautofit/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;w:browserlevel&gt;MicrosoftInternetExplorer4&lt;/w:BrowserLevel&gt;  &lt;/w:WordDocument&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:latentstyles deflockedstate="false" latentstylecount="156"&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !mso]&gt;&lt;object classid="clsid:38481807-CA0E-42D2-BF39-B33AF135CC4D" id="ieooui"&gt;&lt;/object&gt; &lt;style&gt; st1\:*{behavior:url(#ieooui) } &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;  /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable  {mso-style-name:"Table Normal";  mso-tstyle-rowband-size:0;  mso-tstyle-colband-size:0;  mso-style-noshow:yes;  mso-style-parent:"";  mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;  mso-para-margin:0cm;  mso-para-margin-bottom:.0001pt;  mso-pagination:widow-orphan;  font-size:10.0pt;  font-family:"Times New Roman";  mso-ansi-language:#0400;  mso-fareast-language:#0400;  mso-bidi-language:#0400;} &lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Definisi pahlawan yang begitu luas, membuat banyak orang menginterpretasikan arti pahlawan yang berbeda-beda. &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pahlawan di masa sebelum kemerdekaan diartikan sebagai seseorang yang membela tanah air sepenuh jiwa dan raga serta mengorbankan harta dan nyawanya demi kemerdekaan negara Indonesia tercinta. Tetapi, setelah masa kemerdekaan seperti ini, dimana masa peperangan sudah berakhir, seperti apakah yang layak dikatakan sebagai seorang pahlawan ?&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Beberapa waktu lalu, terjadi kontroversi untuk pemberian gelar pahlawan yang akan diberikan pada tahun ini. Berbagai pendapat muncul terhadap beberapa orang yang akan diberikan gelar pahlawan tersebut. Ada yang mengatakan ia memiliki jasa yang begitu besar terhadap Indonesia sehingga pantas mendapatkan, terlepas melihat sisi lain dari kehidupannya, tetapi ia dikatakan memang pantas mendapat gelar pahlawan. Pendapat lain mengatakan, perbuatannya sungguh tidak memungkinkan bila ia diberi gelar pahlawan, terutama bagi orang-orang yang merasakan hidup pada zaman tersebut.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Menurut pendapat saya, hal tersebut tidak perlu diributkan terus menerus.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt; Pahlawan zaman dahulu, memang memberikan kontribusi bagi bangsa Indonesia. Manfaatnya begitu besar dirasakan. Masyarakat memang mengakui hal tersebut tanpa ada kontroversi yang berlebihan seperti sekarang ini, karena memang mereka semua murni berjiwa pahlawan bagi Indonesia. Mereka memang berjuang sepenuh jiwa raga dan tanpa pamrih melakukan hal tersebut. Untuk apa seseorang yang mendapat gelar pahlawan disuatu negara, tetapi ia memang tidak diakui pahlawan oleh bangsanya sendiri. Sehingga gelar pahlawan itu sebaiknya dikeluarkan dari pendapat seseorang yang mengatakan bahwa memang dia pahlawan, dan saya mengakui hal itu, tanpa perlu melakukan sesuatu yang begitu sakral untuk menentukannya, karena memang hal tersebut dikeluarkan dari hati seseorang untuk mengatakannya.&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Era globalisasi seperti ini, mungkin kata pahlawan itu sekarang sudah sangat jarang digunakan. Para pahlawan-pahlawan pun dikenang hanya pada saat-saat tertentu, padahal jasa-jasa mereka untuk Indonesia begitu besar. Tetapi, pahlawan itu selalu identik dengan hal-hal yang berbau peperangan. Bagaimana dengan seseorang yang membela bangsa Indonesia, mengharumkan nama besar Indonesia di kancah Internasional tanpa mengeluarkan setetes darah karena mereka berjuang dengan menggunakan otot dan pikiran mereka. Sebagai contoh, para atlet yang berjuang untuk Indonesia yang pada saat itu memenangkan kejuaraaan dunia otomatis pada saat itu nama Indonesia begitu besar, mereka di eluk-elukan karena kemenangannya, tetapi apa yang terjadi pada masa sekarang, banyak orang-orang yang tidak mengetahui mereka terutama para generasi muda. Padahal seharusnya mereka tahu, bahwa Indonesia pernah melakukan hal tersebut. Contoh lain adalah para ilmuwan-ilmuwan Indonesia yang memenangkan berbagai olimpiade keilmuan baik dibidang sains maupun sosial, jasa mereka begitu berharga tidak hanya untuk Indonesia tetapi juga dunia karena pemikiran mereka yang sangat berguna. Untuk itu layakkah mereka semua dikatakan sebagai seorang pahlawan? Tentu jasa-jasa mereka juga tidak akan kita lupakan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Menjadi seorang pahlawan untuk masa sekarang ini, bukanlah mencari gelar untuk dikatakan pahlawan, tetapi bagaimana kita dapat sebesar mungkin memberikan kontribusi bagi Indonesia tanpa mengharapkan pamrih karena sebenarnya gelar pahlawan itu akan diberikan oleh Allah Yang Maha Kuasa dan dari Nya pula kita akan mendapatkan balasannya.&lt;/p&gt;  &lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-8914915856521342356?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/8914915856521342356/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=8914915856521342356&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/8914915856521342356'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/8914915856521342356'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2011/03/arti-seorang-pahlawan.html' title='Arti Seorang Pahlawan'/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-117513844328777737</id><published>2008-06-04T01:32:00.000-07:00</published><updated>2008-06-04T02:34:46.101-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my opini'/><title type='text'>Kritik Penting Ngak Ya?</title><content type='html'>Terakadang kita merasa jengkel atau sebel dech bila ada orang yang mengkritik kita padahal kita tidak menyadarinya dibalik kritikan orang tersebut mungkin ada segi positifnya berarti dia perhatian ama kita buat kita memang terkadang ada juga yang jeleknya. Sehingga reaksi kita baik pikiran dan perasaan kita dipersiapkan untuk membela diri dari kritikan tersebut dari pada menikmati kritikan itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kritik tidaklah identik dengan intrik, lalu Apa sebenarnya kritik itu ? Kritik dapat diartikan sebagai penilaian yang mengungkapkan baik keistimewaan, kekhasan maupun kelemahan dari seseorang baik berupa prilaku maupun ucapan yang semata-mata merupakan realita yang terjadi. Kritik merupakan pengakuan bahwa sesungguhnya manusia itu tidak sempurna, memiliki kelemahan dan mudah keliru. Tetapi keliru adalah fitrah manusia. Hal ini harus disadari sehingga keterbatasan atau kelemahan yang inheren dalam setiap manusia seharusnya menjadi kekuatan. Kelemahan, keterbatasan atau kekeliruan bukanlah aib ! &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Namun, membiarkan kelemahan, keterbatasan dan kekeliruan adalah hal yang harus dihindari. Mengapa sikap kritis harus ditumbuh-kembangkan ? Dalam masyarakat yang lemah daya kritisnya maka akan merajalela pembodohan, berkembang berbagai macam kemunafikan yang menguntungkan pihak tertentu dan merugikan pihak lain. Dalam masyarakat yang budaya kritisnya telah berkembang, ruang dan kesempatan terhadap pembodohan semacam itu dipersempit dan sikap egaliter berkembang. Sikap dan budaya kritis menjadi semacam penangkal dari kesewenang-wenangan sikap atau tindakan satu orang (kelompok) terhadap orang (kelompok) lain.&lt;br /&gt;Masing-masing (orang / kelompok) lebih berhati-hati dalam bertindak, bersikap atau mengeluarkan pernyataan karena lingkungannya selalu memasang ‘mata pengawasan’ terhadapnya. Setiap individu makin terasah daya nalarnya karena setiap saat pendapat atau gagasannya dihadapkan pada penilaian objektif dan terbuka sehingga kecil sekali peluang baginya untuk sekadar mengeluarkan pendapat, pernyataan atau membuat kebijakan yang berimplikasi luas tanpa memikirkannya dalam-dalam, tanpa pertimbangan matang. Apabila dilakukannya juga, dia akan dihadapkan pada kecaman yang sangat tidak bersahabat. Dalam lingkungan, sikap kritis harus ditumbuhkan, dipelihara dan dikembangkan. Kritik ibarat angin yang menggoyang-goyang pohon dari kecil hingga menjadi pohon yang rimbun. Goncangan-goncangan angin itu bermanfaat untuk memperkuat akar-akar, dan cabang-cabang pohon hingga ia tumbuh dan berdiri kokoh. Namun ironisnya seringkali sikap kritis diartikan sebagai pembangkangan yang harus cepat-cepat diredam agar ‘virus‘ itu tidak menyebar ke mana-mana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-117513844328777737?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/117513844328777737/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=117513844328777737&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/117513844328777737'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/117513844328777737'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2008/06/kritik-penting-ngak-ya.html' title='Kritik Penting Ngak Ya?'/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-2719128934639821725</id><published>2008-03-13T03:16:00.000-07:00</published><updated>2008-03-14T02:08:17.905-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'>MANFAATKAN WAKTU YANG TERSISA</title><content type='html'>Suatu hari di sebuah antrian, tampak seorang kakek berumur sekitar 70 tahunan&lt;br /&gt;Giliran saya masih harus menunggu berapa lama?" Tanya si kakek. "Tunggu saja kek, nanti dipanggil sesuai nomer urut". Selang beberapa saat, sikapnya terlihat gelisah, sebentar-bentar dia melihat ke jam dinding, mulai mondar-mandir seolah tidak sabar menanti. Diberanikan diri menghampiri petugas dan bertanya dengan was-was karena takut marah. "Masih lama ya?" "Ya! Tunggu saja" jawab petugas itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat giliran nomer urutnya sudah dekat, tiba-tiba ada pengumuman bahwa tiba waktunya istirahat. Si kakek dengan kesal kembali duduk, kemudian berdiri, lalu mulai berjalan mondar-mandir. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian itu memancing reaksi 2 remaja yang juga sedang menunggu di situ, "Si Kakek itu kelihatan gelisah dan tidak sabaran ya. Sudah setua itu memangnya dia punya kesibukan apa kok menunggu aja tidak sabar begitu" Kemudian ditimpali oleh temannya, "Iya tuh, udah berumur setua itu, ngapain sih kok maunya buru-buru. Waktu kan masih panjang, belum juga larut malam". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Dengan tidak terduga oleh kedua remaja tadi, si kakek menghampiri mereka dan menyapa ramah, "Anak muda, kakek mendengar apa yang kalian bicarakan tentang kakek. Memang kakek kurang sabar menunggu disini tanpa melakukan sesuatu. Justru karena kakek sudah berumur, kakek tidak memiliki banyak waktu lagi untuk melakukan hal-hal yang belum sempat kakek lakukan. Kesadaran bahwa sisa waktu kakek yang tidak banyak inilah maka kakek tidak sabar menunggu di sini terlalu lama tanpa bisa melakukan apapun. Tentu kalian bisa mengerti kenapa kakek tidak sabar menunggu kan?" &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, iya.. iya kek. Maafkan kami kek. Kami tidak berpikir panjang tentang waktu yang begitu berharga seperti kata kakek. Sepantasnya kami yang muda pun harus berpikir tidak boleh menyia-nyiakan waktu dengan tidak melakukan apa-apa seperti ini. Terimakasih kakek telah mengingatkan kepada kami". &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oh tuhan berikan kesadaran yg sama pada kami untuk tidak &lt;br /&gt;boleh menyia-nyiakan waktu dengan tidak melakukan apa-apa..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-2719128934639821725?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/2719128934639821725/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=2719128934639821725&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/2719128934639821725'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/2719128934639821725'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2008/03/manfaatkan-waktu-yang-tersisa.html' title='MANFAATKAN WAKTU YANG TERSISA'/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-5506391268240493377</id><published>2008-03-04T02:28:00.000-08:00</published><updated>2008-03-13T03:23:26.307-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my opini'/><title type='text'>SALAHKAH SISTEM PENDIDIKAN KITA?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_p9fvU32MM40/R80lUecZkBI/AAAAAAAAAC0/B_4XzRxk4CM/s1600-h/guru.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://bp1.blogger.com/_p9fvU32MM40/R80lUecZkBI/AAAAAAAAAC0/B_4XzRxk4CM/s320/guru.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173832580618358802" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Jika diamati, apapum yang diterapkan sistem pendidikan di institusi pendidikan Indonesia tampaknya cenderung membuat pelajar menjadi pasif, atau kurang memotivasi untuk memunculkan kreatifitas. Mengapa demikian apakah sistem pendidikannya yang salah?&lt;br /&gt;Membicarakan sistem pendidikan adalah hal yang sangat kompleks – ada banyak faktor yang menjadi penyebab dan alasan, sehingga kita tidak bisa hanya menunjuk satu faktor dan satu solusi saja. Akan tetapi, terlebih dahulu kita harus bicara tentang orang yang menggerakkan sistem itu sendiri. Salah satu alasan mengapa kebanyakan sistem pendidikan di Indonesia (justru) membuat siswa-siswi menjadi pasif adalah karena adanya orang-orang yang mengerakkan sistem tertentu yang memang ingin memastikan bahwa siswa-siswi mereka selalu berada ‘di dalam kontrol’, sehingga ketika ada siswa/i yang memiliki kreatifitas di atas rata-rata justru akan dianggap sebagai murid yang ‘kurang ajar’ atau ‘memberontak.’ Akibatnya, mereka mulai memberikan ‘hukuman’ atau tekanan-tekanan tertentu yang mengharuskan murid menurut tanpa memikirkan lebih lanjut apa yang diperintahkan oleh sang guru.&lt;br /&gt;Hasilnya, murid-murid yang ada tidak memiliki daya saing dan kreatifitas mereka tidak berkembang. sehingga potensi yang ada pada mereka belum bisa terus di-explore dan dikembangkan sejak dini.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Hal ini kembali berpulang pada para guru dan staf pengajar yang ada. Menurut hemat saya, apa pun sistem pendidikan yang digunakan akan baik ketika guru dapat mengenali dan memunculkan setiap potensi yang ada dalam diri siswanya.. Dengan demikian, siswa bukan hanya diajar berdasarkan kurikulum belaka, namun juga dipupuk dan dilatih untuk memberikan presentasi, berkreasi, mengamati, menganalisa, menggali informasi bersosialisasi dan mempunyai kemampuan untuk beradaptasi dan berempati dengan orang lain.&lt;br /&gt;Selama ada niat baik dari orang-orang yang menjalankannya  maka masalah-masalah yang ada tetap akan bisa ditemukan jalan keluarnya.Dari sini kita semakin bisa melihat, betapa kompleksnya permasalahan yang ada dalam sistem pendidikan kita.oleh karena itu Jangan pernah menutup diri bagi sebuah perubahan dan jangan pernah membatasi diri untuk mempelajari hal-hal baru. Ketika kita mau mempelajari hal-hal yang baru dan terus mengalami perubahan, artinya kita sedang terus mendekati titik keberhasilan yang kita inginkan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-5506391268240493377?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/5506391268240493377/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=5506391268240493377&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/5506391268240493377'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/5506391268240493377'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2008/03/salahkah-sistem-pendidikan-kita.html' title='SALAHKAH SISTEM PENDIDIKAN KITA?'/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_p9fvU32MM40/R80lUecZkBI/AAAAAAAAAC0/B_4XzRxk4CM/s72-c/guru.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-5559742118496900386</id><published>2008-03-03T02:14:00.000-08:00</published><updated>2008-03-03T02:19:55.077-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='ngakak'/><title type='text'>belajar dari pengalaman?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp1.blogger.com/_p9fvU32MM40/R8vQPIhIULI/AAAAAAAAACs/Nq1mWmfCcsg/s1600-h/hairstyle44.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp1.blogger.com/_p9fvU32MM40/R8vQPIhIULI/AAAAAAAAACs/Nq1mWmfCcsg/s320/hairstyle44.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5173457555368202418" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang wanita cantik dan sexy terjatuh dari lantai 80 sebuah gedung megah.&lt;br /&gt;Untunglah di lantai 70, ada seorang Pria Amerika menangkapnya.&lt;br /&gt;Wanita : "Terima kasih anda telah menolong saya "&lt;br /&gt;Pria Amerika : "Sama-sama, tapi anda harus membalas budi"&lt;br /&gt;Wanita : "Bagaimana caranya ?"&lt;br /&gt;Pria Amerika : "Tidurlah denganku."&lt;br /&gt;Wanita : "Kampret kau, TIDAK MAU !!!"&lt;br /&gt;Pria Amerika : "Ya sudah kalau nggak mau "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria Amerika kemudian melepaskannya dan wanita itu kembali terjatuh. Di lantai 50, seorang Pria Prancis berhasil menangkapnya.&lt;br /&gt;Wanita : "Terima kasih anda telah menolong saya. "&lt;br /&gt;Pria Prancis : "Sama-sama, tapi anda harus membalas budi"&lt;br /&gt;Wanita : "Bagaimana caranya ?"&lt;br /&gt;Pria Prancis : "Tidurlah denganku."&lt;br /&gt;Wanita : "Kampret kamu, TIDAK MAU !!!"&lt;br /&gt;Pria Prancis : "Ya sudah kalau tidak mau."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pria Prancis kemudian melepaskannya dan wanita itu kembali terjatuh...&lt;br /&gt;Lantai 45 lewat, lantai 40 lewat, lantai 35 lewat dan tidak ada lagi yang menangkapnya. Si wanita mulai menyesal. Akhirnya dia memutuskan kalau ada lagi pria yang menangkapnya, ia mau diajak tidur bareng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daripada mati, pikirnya. Akhirnya di lantai 20, seorang Pria muslim Arab menangkapnya. Buru-buru wanita itu berkata :&lt;br /&gt;Wanita : "Terima kasih anda telah menolong saya. Sebagai balas jasa, anda&lt;br /&gt;boleh tidur dengan saya."&lt;br /&gt;Pria Arab : " Astaghfirullah !!!!!"&lt;br /&gt;Lalu Pria Arab itu melepaskannya kembali..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-5559742118496900386?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/5559742118496900386/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=5559742118496900386&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/5559742118496900386'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/5559742118496900386'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2008/03/belajar-dari-pengalaman.html' title='belajar dari pengalaman?'/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp1.blogger.com/_p9fvU32MM40/R8vQPIhIULI/AAAAAAAAACs/Nq1mWmfCcsg/s72-c/hairstyle44.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-6025559140986092679</id><published>2008-02-27T01:30:00.000-08:00</published><updated>2008-02-27T01:36:25.779-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my opini'/><title type='text'>Ayat-ayat cinta novel pembangun jiwa?</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_p9fvU32MM40/R8UumgCbMtI/AAAAAAAAACY/8nRke1dsKeg/s1600-h/ayat2+cinta.JPG"&gt;&lt;img style="float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://bp0.blogger.com/_p9fvU32MM40/R8UumgCbMtI/AAAAAAAAACY/8nRke1dsKeg/s320/ayat2+cinta.JPG" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5171590986074895058" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Seorang pemuda Indonesia terjebak dalam penjara seram di Kairo, Mesir. Tuduhannya sangat serius: memperkosa seorang gadis. Banyak yang tak percaya, lantaran Fahri, pemuda itu, adalah mahasiswa S2 di Universitas Al-Azhar, Kairo. Ia dikenal saleh dan murid Syaikh Utsman, ulama besar Mesir yang tak sembarangan menentukan siapa yang akan menjadi muridnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama di dalam tahanan, Fahri mengalami penyiksaan dan penistaan seksual. Apalagi, Aisha, sang istri—berdarah campuran Jerman, Turki, dan Palestina—yan-g tengah berbadan dua, nyaris diperkosa polisi yang hendak menyelidiki perkaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Mesir, pejabat kedutaan Indonesia, teman-temannya, dan Maria pun berusaha membantunya. Maria adalah tetangga flatnya, seorang Kristen Koptik yang diamdiam mencintainya. Maria, yang sekarat dan akhirnya dinikahi Fahri, kemudian membebaskannya dari tiang gantungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apakah benar novel El Shirazy membangun jiwa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hmmm menurut saya, buku ini ngak bagus banget, emang bener bisa membangun jiwa, terutama yang mengerti spiritual islam nya,  tapi secara keseluruhan tanpa melihat agama, buku ini emang sangat inspiratif tapi agak berlebihan, Dimana penempatan tokoh terlalu hitam putih. Protagonisnya baik banget (Fahri, Maria etc), sebaliknya antagonisnya bener2 melebihi setan (lihat Bahadur). Terlalu menafikkan adanya sisi manusiawi pada diri orang jahat sekalipun…bener-bener ngambil gaya sinetron Indonesia sekarang.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-6025559140986092679?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/6025559140986092679/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=6025559140986092679&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/6025559140986092679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/6025559140986092679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2008/02/seorang-pemuda-indonesia-terjebak-dalam.html' title='Ayat-ayat cinta novel pembangun jiwa?'/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_p9fvU32MM40/R8UumgCbMtI/AAAAAAAAACY/8nRke1dsKeg/s72-c/ayat2+cinta.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-4043989008278725247</id><published>2008-02-12T00:28:00.000-08:00</published><updated>2008-02-12T00:47:05.027-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='my opini'/><title type='text'>SERTIFIKASI GURU MENINGKATKAN PROFESIONALITAS ATAU SEKEDAR MENGHARAPKAN KESEJAHTERAAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp0.blogger.com/_p9fvU32MM40/R7Fc6gCbMsI/AAAAAAAAACQ/hSf4VrQJMcw/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp0.blogger.com/_p9fvU32MM40/R7Fc6gCbMsI/AAAAAAAAACQ/hSf4VrQJMcw/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5166012407672943298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;“pelita dalam kegelapan, laksana embun penyejuk dalam kehausan, patriot pahlawan bangsa &lt;b style=""&gt;Tanpa tanda jasa&lt;/b&gt;” itulah salah satu bait sair lagu Himne Guru. Masih sesuaikah kini setelah setelah cairnya &lt;b style=""&gt;tunjangan profesi&lt;/b&gt; untuk guru?&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Demi untuk mendapatkan tunjangan profesi banyak guru menghalalakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;segala cara bahkan melakukan kecuranngan. Rayon perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi guru melaporkan adanya kecurangan dalam penyusunan portofolio yang dilakukan oleh guru. Telah ditemukan adanya pemalsuan ijazah dan. Selain itu juga ditemukan sertifikat yang berkali-kali difotokopi untuk pergantian nama dan ditemukan juga adanya pemalsuan karya ilmiah. Apa sebetulnya yang diinginkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;profesionalitas atau sekedar mengharap kesejahteraan &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Tidak dapat dipungkiri guru sebagai manusia akan terbawa arus budaya yang amat pragmatis ini. Yakni penghargaan serta pengharapan yang tinggi akan materi. Jika hal itu yang terjadi, bisa dibayangkan apa yang terjadi pada pendidikan bangsa ini nantinya. Kecurangan ini sangat memprihatinkan dan memperburuk citra guru sebagai pendidik, serta menurunkan martabat guru. Apalagi guru tersebut akan dikukuhkan sebagai tenaga profesional. Sehingga jangan bertanya kapan pendidikan bangsa ini akan maju? Bisa jadi pendidikan bangsa ini akan jauh lebih parah lagi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; line-height: 150%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; text-indent: 0.5in; line-height: 150%;"&gt;Guru profesional dan bermartabat menjadi impian kita semua karena akan melahirkan anak bangsa yang cerdas, kritis, inovatif, demokratis, dan berakhlak. Guru profesional dan bermartabat memberikan teladan bagi terbentuknya kualitas sumber daya manusia yang kuat. Sertifikasi guru mendulang harapan agar terwujudnya impian tersebut. Perwujudan impian ini tidak seperti membalik talapak tangan Kini waktunya bagi guru untuk dapat bersikap lebih arif dan bijaksana. Dengan mencoba untuk kembali mewujudkan dan meningkatkan profesionalitas yang tinggi sebagai seorang guru sejati. &lt;b style=""&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-4043989008278725247?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/4043989008278725247/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=4043989008278725247&amp;isPopup=true' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/4043989008278725247'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/4043989008278725247'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2008/02/sertifikasi-guru-meningkatkan.html' title='SERTIFIKASI GURU MENINGKATKAN PROFESIONALITAS ATAU SEKEDAR MENGHARAPKAN KESEJAHTERAAN'/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp0.blogger.com/_p9fvU32MM40/R7Fc6gCbMsI/AAAAAAAAACQ/hSf4VrQJMcw/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-4291372326715656016</id><published>2008-01-03T18:50:00.000-08:00</published><updated>2008-01-03T19:28:00.849-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='mymusik'/><title type='text'>kitaro</title><content type='html'>&lt;object width="425" height="355"&gt;&lt;param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/GGtKxbu7vLI&amp;rel=1"&gt;&lt;/param&gt;&lt;param name="wmode" value="transparent"&gt;&lt;/param&gt;&lt;embed src="http://www.youtube.com/v/GGtKxbu7vLI&amp;rel=1" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-4291372326715656016?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/4291372326715656016/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=4291372326715656016&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/4291372326715656016'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/4291372326715656016'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2008/01/kitaro.html' title='kitaro'/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-7887298970335039921</id><published>2007-12-18T01:24:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T01:30:22.660-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;                          &lt;a href="http://diary-rila.blogspot.com/2007/11/surga-bersama-sahabat.html"&gt;SURGA BERSAMA SAHABAT&lt;/a&gt;                      &lt;/h3&gt;                        &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/R2eSoL3OjhI/AAAAAAAAABo/de61RNvPxrs/s1600-h/indahnya+kala+itu+2.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/R2eSoL3OjhI/AAAAAAAAABo/de61RNvPxrs/s400/indahnya+kala+itu+2.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5145242318370934290" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Seorang lelaki tua dan kudanya sedang berjalan-jalan di sebuah jalan desa,menikmati pemandangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba ia tersadar bahwa ia baru saja meninggal dunia. Ia pun ingat di saat meregang nyawa, kudanya yang telah menemani hidupnya selama ini juga telah meninggal. Kini mereka bersama-sama berada disebuah alam baka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah berjalan bersama sekian lama, mereka tiba di sebuah bukit. Sepanjang sisi jalannya berhiaskan batu pualam yang indah. Pada puncaknya berdiri sebuah patung indah dimana sinar matahari memendar dari balik patung itu. Ia terkagum melihat indahnya pintu gerbang yang terbuat dari permata dan mutiara, sedangkan jalan setapak menuju pintu gerbang tersusun dari emas murni.Ia senang sekali karena merasa akhirnya telah tiba di surga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian sambil menuntun kudanya ia menuju pintu gerbang. Ketika dekat pintu gerbang ia melihat seseorang penjaga duduk di balik meja berukir indah. Ia menyapa orang tersebut, "Maafkan saya, apakah ini surga?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, benar sekali tuan," jawab penjaga gerbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Waw, kalau begitu bolehkah saya meminta sedikit air?" pinta lelaki tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja, tuan. Silakan masuk dan ambillah air minum sepuas anda."Kemudian penjaga gerbang itu memberi isyarat dengan ibu jarinya, dan pintu gerbang yang besar itu pun perlahan-lahan terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bolehkah saya mengajak sahabat saya ini masuk?" pinta lelaki tua itu sambil menunjuk pada kudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi penjaga gerbang menjawab, "Maaf sekali tuan, kami tidak membolehkan hewan peliharan masuk."Lelaki tua itu berpikir sejenak lalu mengucapkan terima kasih pada penjaga gerbang itu. Mereka berbalik dan melanjutkan perjalanannya kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah lama berjalan mereka tiba di sebuah bukit yang lain, tetapi kali ini jalannya lebih kotor, di ujung jalan terbuka sebuah pintu gerbang pertanian.Tidak ada pagar di sisi jalan, rumput tumbuh sembarangan, pintu gerbang itu tampaknya tak pernah tertutup. Ketika ia berada dekat pintu gerbnag itu, didalamnya ia melihat seorang lelaki sedang duduk di sebuah kursi goyang dibawah bayangan pohon dan sedang membaca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Permisi tuan!" teriak lelaki tua itu pada pembaca buku. "Apakah anda mempunyai air untuk kami minum?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tentu saja. Ada pompa air di sebelah sana," sahut pembaca buku itu sambi lmenunjuk ke sebuah tempat yang tak tampak dari luar gerbang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Masuklah,anggap saja rumahmu sendiri."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bagaimana dengan temanku ini?" tanya lelaki tua itu. Ia menunjuk pada kudanya."Oh, ia boleh masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kami mempunyai mangkuk air di sebelah pompa itu,"jawabnya.Kemudian mereka masuk ke dalam gerbang, dan menemukan sebuah pompa tangan tua dengan sebuah gayung dan mangkuk tergeletak di sampingnya. Lelaki tuai tu mengisi mangkuk dengan air hingga penuh dan memberikan pada kudanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah itu ia meneguk air untuk mengobati hausnya sendiri.Ketika mereka sudah cukup minum, mereka kembali menemui pembaca buku ituyang tampaknya sedang menunggu mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lelaki tua itu bertanya, "Tempat apakah ini?""Ini surga," jawab pembaca buku itu."Wah, ini sangat membingungkan kami," kata lelaki tua itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tempat ini sama sekali tak seperti surga. Di ujung jalan di sebelah sana ada seseorang yang mengatakan bahwa bukit itulah yang surga."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Oh, apakah yang anda maksudkan adalah bukit dengan jalan yang terbuat dari emas dan pintu gerbang yang terbuat dari permata itu?" tanya pembaca buku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya, bukankah itu tempat yang sangat indah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bukan, itu adalah neraka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidakkah anda salah menyebutnya sebagai neraka tempat yang indah seperti itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Tidak. Saya mengerti mengapa anda berpendapat demikian, tetapi bukanlah seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan yang ditampakkannya itu menipu sehingga membuat orang tega meninggalkan sahabat terbaiknya dalam penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Pojok Renungan :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak perlu memperdebatkan konsep surga neraka dalam cerita di atas, namun pesan yang ingin disampaikannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keindahan sering kali hanya ilusi yang membuat kita membiarkan sahabat-sahabat kita berada dalam penderitaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari artikel DJODI ISMANTO&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-7887298970335039921?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/7887298970335039921/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=7887298970335039921&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/7887298970335039921'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/7887298970335039921'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2007/12/surga-bersama-sahabat-seorang-lelaki.html' title=''/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/R2eSoL3OjhI/AAAAAAAAABo/de61RNvPxrs/s72-c/indahnya+kala+itu+2.JPG' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-2267021776972165589</id><published>2007-12-15T02:41:00.000-08:00</published><updated>2007-12-18T00:51:59.327-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;                          &lt;a href="http://diary-rila.blogspot.com/2007/10/hidupmu-tak-behenti-sampai-d-sini.html"&gt;HidupMu TAk BeHenti sAmPai d siNi ...!!!&lt;/a&gt;                      &lt;/h3&gt;                        &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/R2OwKL3OjgI/AAAAAAAAABg/d5VAceMDeIw/s1600-h/vig22.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/R2OwKL3OjgI/AAAAAAAAABg/d5VAceMDeIw/s320/vig22.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144148888416849410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Suatu hari ada seorang gadis yang&lt;br /&gt;duduk sendirian di sebuah taman tengah&lt;br /&gt;kota....&lt;br /&gt;Hampir Tiap hari sang gadis selalu&lt;br /&gt;menghabisk an waktunya di situ sambil&lt;br /&gt;menangis.. ..dan ada seorang kakek yg&lt;br /&gt;memperhatikan gadis itu setiap hari....&lt;br /&gt;akhirnya .....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek : "Nak,ada apa denganmu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ga dis : "Aku lagi sedih, kek."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek : "Apa yg membuatmu bersedih??"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;G adis : "Hubunganku baru saja berakhir&lt;br /&gt;dengan pacarku"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Haha haha....sang kakek tertawa&lt;br /&gt;kegiranga n...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis : "Kek,kenapa kakek malah&lt;br /&gt;menertawaka nku???"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek : "Kamu benar-benar seorang&lt;br /&gt;gadis yang bodoh"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gadis : "Kenapa kakek berkata seperti&lt;br /&gt;itu?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek : "Buat apa kamu duduk disini&lt;br /&gt;sepanjang waktu dan menangis? Yang&lt;br /&gt;rugi bukanlah dirimu tapi dialah&lt;br /&gt;yang rugi..."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis kebingungan sambil menatap&lt;br /&gt;heran pada sang kakek....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lal u sang kakek melanjutkan&lt;br /&gt;pembi caraannya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kakek : "Kamu hanyalah kehilangan satu&lt;br /&gt;orang yang tidak mencintaimu, nak,&lt;br /&gt;sedangkan dia. Dia kehilangan orang yg&lt;br /&gt;sangat mencintainya dan belum tentu di&lt;br /&gt;masa depannya dia bisa menemukan orang&lt;br /&gt;yang sangat mencintainya seperti kamu&lt;br /&gt;mencintai dia...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nak, dunia ini terus berputar dan&lt;br /&gt;matahari akan tetap terbit di pagi&lt;br /&gt;hari tak peduli engkau menginginkannya&lt;br /&gt;a tau tidak....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ang katlah kakimu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup mu tidak berhenti sampai disini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup mu terlalu indah untuk dirusak&lt;br /&gt;oleh seseorang yang tak pantas&lt;br /&gt;untukmu... "&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang gadis pun berpikir sejenak dan&lt;br /&gt;meresapi nasehat dari sang kakek...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhi rnya sang gadis seperti menemukan&lt;br /&gt;pintu yang baru saja terbuka&lt;br /&gt;untuknya. ..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan dengan semangat baru dia berjanji&lt;br /&gt;akan terus menjalani hidupnya dengan&lt;br /&gt;lebih baik....&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-2267021776972165589?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/2267021776972165589/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=2267021776972165589&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/2267021776972165589'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/2267021776972165589'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2007/12/hidupmu-tak-behenti-sampai-d-sini.html' title=''/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/R2OwKL3OjgI/AAAAAAAAABg/d5VAceMDeIw/s72-c/vig22.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-2756750451062766311</id><published>2007-12-15T02:22:00.000-08:00</published><updated>2007-12-15T02:28:06.770-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='inspirasi'/><title type='text'></title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://bp2.blogger.com/_p9fvU32MM40/R2Ort73OjfI/AAAAAAAAABY/anPpR3RsLhs/s1600-h/amanda2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://bp2.blogger.com/_p9fvU32MM40/R2Ort73OjfI/AAAAAAAAABY/anPpR3RsLhs/s320/amanda2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5144144005039033842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 class="post-title entry-title"&gt;                          &lt;a href="http://diary-rila.blogspot.com/2007/11/benarkah-kita-harus-membuang-rasa-malu.html"&gt;Benarkah Kita Harus Membuang Rasa Malu?&lt;/a&gt;                      &lt;/h3&gt;                        &lt;p&gt;by Dadang Kadarusman&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dimasa kecil, ketika pelajaran kesenian tiba, Ibu guru meminta setiap anak untuk bernyanyi didepan kelas. Kita bersembunyi dikolong meja dengan debaran jantung teramat kencang, berusaha menghindari giliran. Kita merasa malu. Ketika beranjak remaja, Ayah dan Ibu bilang:”Kamu ini bikin malu keluarga saja!”. Saat memasuki usia dewasa muda, kita duduk dibangku kuliah berhadapan dengan dosen yang sangat cerdas. Dia tahu kita tidak mengerti rumus-rumus abstrak yang dilukisnya dipapan tulis. Beliau bertanya:”Siapa yang belum mengerti?” Kita terdiam. Membisu. Malu ketahuan teman kalau kita ini bodoh. Dan. Ketika sudah benar-benar dewasa, kita duduk di kursi hotel untuk sebuah pelatihan dari seorang trainer hebat. Ketika trainer itu bertanya:”Bapak, Ibu, silakan jika ada yang ingin ditanyakan…” Kita terdiam. Malu. Masak, pangkat manajer kok mengajukan pertanyaan sedungu itu. Kemudian kepada kita dikatakan; ”Buanglah jauh-jauh rasa malu. Karena itu akan menghambat keberhasilanmu!” Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang salih yang dicintai umatnya mengatakan:”Rasa malu itu adalah bagian dari Iman.” Dengan kata lain, keimanan seseorang tidaklah sempurna seandainya orang yang mengaku beriman itu tidak memiliki rasa malu. Sekarang pilihannya ada pada diri anda; apakah anda ingin menjadi orang berhasil dalam karir, atau menjadi orang yang beriman dengan keimanan yang utuh? Jika anda ingin sukses berkarir, buang rasa malu dari dalam diri anda! Jika anda ingin menjadi orang beriman, pupuk dan hidupkan rasa malu dalam diri anda! Gampang, kan? Tetapi, benarkah kita harus demikian? Tidakkah keimanan dan kesuksesan bisa seiring sejalan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita seringkali mencampakkan ajaran-ajaran normatif seperti itu. Mungkin karena terlalu dipengarui oleh hawa hedonisme, dimana materi menjadi tolak ukur paling dominan. Hidup kita, dinilai dari jenis mobil yang dikendarai. Kemegahan rumah yang kita huni. Label pakaian yang kita kenakan. Gelar yang menempel pada nama kita. Dan jabatan atau pangkat yang melekat dipundak kita. Ajaibnya, kita meyakini bahwa kalau kita malu, tidak mungkin semuanya itu bisa kita raih. Oleh karena itu, mengapa kita mesti malu melakukan ini dan itu. Mengapa kita mesti malu melabrak sana sini. Menyikut kanan dan kiri. Mengambil. Merenggut. Meraup. Apa saja. Supaya dalam sekejap, kita bisa mendapatkan segala-galanya. Mengapa mesti malu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Buanglah jauh-jauh rasa malu. Karena itu akan menghambat keberhasilanmu!” Rasa malu seperti apa yang mesti kita buang jauh-jauh? Malu bertanya sesat dijalan, katanya. Jadi, mungkin harus membuang rasa malu itu. Sebab, kalau malu bertanya kita akan tersesat. Bisa iya. Bisa tidak. Anda, jika sudah memiliki fasilitas GPRS; tidak usah lagi bertanya. Tidak akan pernah tersesat lagi, kok. Anda, jika sudah punya asisten pribadi yang hebat; mengapa masih harus bertanya? Cukup anda katakan kepadanya: ”Aku tidak mau tahu bagaimana caranya, tapi kamu harus kerjakan ini untukku!”. Besok pagi hasilnya sudah tertata rapi diatas meja kerja anda yang mewah. Masih haruskah anda bertanya? Jika anda malu tampil didepan orang banyak untuk sebuah pidato yang bermutu, mengapa pusing. Minta saja pegawai anda mengadakan kontes untuk mencari orang yang mirip dengan anda; dan suruh dia bicara didepan publik untuk anda. Masihkah anda membutuhkan rasa malu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;”Rasa malu itu adalah bagian dari Iman.” Ngomong apa sih sang Nabi ini? Please, deh. Jangan kaitkan soal rasa malu dengan keimanan! Baiklah, kita hentikan semua omong kosong ini sampai disini. Tapi sebelum itu, coba kita perhatikan beberapa hal berikut ini. Seorang beriman akan merasa malu jika dia tidak bisa mempersembahkan hasil pekerjaan yang baik untuk perusahaan yang menggajinya. Seorang beriman akan malu jika kemampuan dirinya lebih rendah dibandingkan rekan sejawat yang bekerja dalam tanggungjawab yang sama, digaji sama, diberi fasilitas sama, dan diperlakukan sama. Dia malu jika membiarkan dirinya terus menerus ketinggalan. Dan dia malu, jika meminta kenaikan gaji padahal dia tahu; dia belum bekerja maksimal untuk perusahaan. Seorang yang beriman, malu jika menyalahgunakan fasilitas dan kesempatan yang dia dapatkan. Seorang yang beriman malu, jika menggunakan kewenangan untuk memeras para pemasok barang. Dan seorang yang beriman malu, jika harus mengambil sesuatu yang bukan haknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh dasar rasa malu itu; seorang yang beriman, dalam bekerja pasti akan mempersembahkan prestasi puncaknya. Dan oleh dasar rasa malu itu; seorang beriman akan sadar bahwa bertanya merupakan tugas dirinya yang belum mengetahui suatu hal. Malu dia, jika nanti setelah mengikuti pelatihan, pengetahuan dan kemampuannya sama sekali tidak ada penambahan. Jadi pastilah dia akan bersungguh-sungguh dalam melakukan apapun yang menjadi tanggungjawabnya. Seorang atasan yang beriman malu jika semua kesalahan ditimpakan kepada anak buahnya. Apa fungsi atasan jika demikian? Seorang anak buah yang beriman, malu jika keberadaannya sama sekali tidak menyebabkan segala sesuatunya lebih mudah bagi sang atasan. Apa guna seorang bawahan jika demikian? Seorang kolega yang beriman, malu jika kehadirannya sama sekali tidak menyebabkan teman-temannya dalam team terbantu. Dan seorang pegawai yang beriman, malu dia; kalau sampai tugas-tugasnya terbengkalai. Seorang karyawan yang beriman akan malu jika dia masuk ke kantor selalu terlambat, dan terbiasa pulang cepat-cepat. Dan karyawan yang beriman akan malu jika menghabiskan waktu berjam-jam untuk makan siang dengan desert berupa rumpi yang tidak karuan. Dia akan malu juga, jika setelah menyia-nyiakan jam kerja itu tetap tinggal dikantor sampai larut malam agar perusahaan membayar upah lembur. Dan orang yang beriman; akan malu jika menyia-nyiakan kesempatan untuk dipromosikan. Sehingga dia akan berusaha sekuat tenaga, agar memiliki kualitas yang jauuuuuuuuuuh lebih baik dari teman-temannya yang lain. Agar nanti, jika ada lowongan jabatan yang lebih tinggi – management tidak ragu memilihnya untuk dipromosikan. Karena, ”Rasa malu itu adalah bagian dari Iman.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa menjadi orang beriman yang sukses, bukan? Tentu saja bisa. Sebab ternyata, sang Nabi merancang konsep rasa malu dalam iman itu untuk memastikan bahwa umatnya benar-benar meraih kesuksesan dalam hidup, dan dalam mati. Dalam hidup dengan rasa malu itu, kita dibimbing untuk menjadi pribadi-pribadi yang unggul. Dan bisa diandalkan. Layak untuk diberi tanggungjawab besar. Patut untuk menjadi panutan. Dan pantas dijadikan tempat dimana orang-orang lainnya mendapatkan pencerahan. Dalam mati dengan rasa malu, kita meninggalkan jejak-jejak keterpujian. Untuk dicatatkan oleh malaikat sebagai kebajikan. Untuk menjadi landasan, mengapa dia layak mendapatkan imbalan dari Tuhan. Dan untuk menjadikannya modal agar pantas mendapat tempat yang terpuji disisi-Nya. Kadang kita mengatakan ’telah berpulang ke rahmatullah’. Mana mungkin kita benar-benar kembali kepada rahmat Allah, jika ketika mati, kita tak memiliki rasa malu? Mungkin kita mengatakan ’telah berpulang kerumah bapa di surga’. Mana mungkin pintu rumah Allah akan dibukakan untuk kita; sendainya kita tidak memiliki rasa malu? Bahkan, untuk memasuki rumah tetangga saja kita harus memiliki rasa malu itu. Bukankah tidak ada orang yang senang dikunjungi oleh jenis manusia yang tidak tahu malu? Jadi, bagaimana kita bisa masuk surga kalau pintunya tidak dibuka pemiliknya? Karena sang pemilik surga hanya akan membukakan pintu itu bagi mereka yang benar-benar beriman. Sedangkan kata Pak Muhammad: ”Rasa malu itu adalah bagian dari Iman.” Dan kalau tidak kesurga, kemana lagi kita akan kembali pulang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan kaki:&lt;br /&gt;Jika dirawat dan dimanfaatkan dengan tepat; rasa malu akan membantu kita untuk tumbuh menjadi pribadi yang berhasil meraih keagungan didalam kedua kehidupan&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-2756750451062766311?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/2756750451062766311/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=2756750451062766311&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/2756750451062766311'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/2756750451062766311'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2007/12/benarkah-kita-harus-membuang-rasa-malu.html' title=''/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://bp2.blogger.com/_p9fvU32MM40/R2Ort73OjfI/AAAAAAAAABY/anPpR3RsLhs/s72-c/amanda2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8135374463978704402.post-3166219284104698949</id><published>2007-12-03T22:21:00.000-08:00</published><updated>2007-12-03T22:50:11.727-08:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='religi'/><title type='text'>MENGAPA???</title><content type='html'>&lt;span class="postbody"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-size: 24px; line-height: normal;"&gt;&lt;/span&gt;Betapa besarnya nilai uang kertas senilai Rp.100.000 apabila dibawa ke masjid untuk disumbangkan; tetapi betapa kecilnya kalau dibawa ke Mall untuk dibelanjakan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa lamanya melayani Allah SWT selama lima belas menit namun&lt;br /&gt;betapa singkatnya kalau kita melihat film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;betapa sulitnya untuk mencari kata-kata ketika berdoa (spontan) namun&lt;br /&gt;betapa mudahnya kalau mengobrol atau bergosip dengan pacar / teman&lt;br /&gt;tanpa harus berpikir panjang-panjang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa asyiknya apabila pertandingan bola diperpanjang waktunya ekstra namun kita mengeluh ketika khotbah di masjid lebih lama sedikit daripada biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sulitnya untuk membaca satu lembar Kitab Suci tapi betapa mudahnya membaca 100 halaman dari novel yang laris.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa getolnya orang untuk duduk di depan dalam pertandingan atau konser namun lebih senang berada di shaf paling belakang ketika berada di Rumah Ibadah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mudahnya membuat 40 tahun dosa demi memuaskan nafsu birahi semata, namun alangkah sulitnya ketika menahan nafsu selama beberapa hari ketika berpuasa .&lt;br /&gt;Betapa sulitnya untuk menyediakan waktu untuk berdoa; namun&lt;br /&gt;betapa mudahnya menyesuaikan waktu dalam sekejap pada saat terakhir untuk event yang menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa sulitnya untuk mempelajari arti yang terkandung di dalam Kitab Suci; namun betapa mudahnya untuk mengulang-ulangi gosip yang sama kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa mudahnya kita mempercayai apa yang dikatakan oleh koran namun&lt;br /&gt;betapa kita meragukan apa yang dikatakan oleh Kitab Suci.&lt;br /&gt;Betapa Takutnya kita apabila dipanggil Boss dan cepat-cepat menghadapnya namun betapa kita berani dan lamanya untuk menghadapNya saat waktu beribadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betapa setiap orang ingin masuk sorga seandainya tidak perlu untuk percaya atau berpikir,atau mengatakan apa-apa,atau berbuat apa-apa.&lt;br /&gt;Betapa kita dapat menyebarkan seribu lelucon melalui e-mail, dan menyebarluaskannya dengan FORWARD seperti api; namun kalau ada mail yang isinya tentang Keagungan Allah betapa seringnya kita ragu-ragu,&lt;br /&gt;enggan membukanya dan mensharingkannya, serta langsung klik pada icon DELETE.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ANDA TERTAWA ...? atau ANDA BERPIKIR-PIKIR. ..?&lt;br /&gt;Sebar luaskanlah Sabda-Nya, bersyukurlah kepada ALLAH, YANG MAHA MENGETAHUI, MENDENGAR, PENGASIH DAN PENYAYANG.&lt;br /&gt;Apakah tidak lucu apabila anda tidak memFORWARD pesan ini. Betapa banyak orang tidak akan menerima pesan ini, karena anda tidak yakin bahwa mereka masih percaya akan sesuatu? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt; DIPOSTING OLEH&lt;br /&gt;om chichin&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8135374463978704402-3166219284104698949?l=om-chichin.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://om-chichin.blogspot.com/feeds/3166219284104698949/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8135374463978704402&amp;postID=3166219284104698949&amp;isPopup=true' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/3166219284104698949'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8135374463978704402/posts/default/3166219284104698949'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://om-chichin.blogspot.com/2007/12/mengapa.html' title='MENGAPA???'/><author><name>Om Chichin</name><uri>http://www.blogger.com/profile/12668002619128746846</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://bp3.blogger.com/_p9fvU32MM40/SAW70o7KnpI/AAAAAAAAADE/sPVSknCVLBk/S220/reoo7.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
